“Eh, kenalin temen sebangkuku
Jono. Sini Jon!”
Jono datang dengan cengiran
polosnya. “Jono,” katanya sambil mengulurkan tangannya padaku. Aku, tipe cewek
pendiam ini mikir-mikir dulu buat salaman sama cowok. Takutnya kalau salaman
sama cowok terus tahu-tahu perutku melendung
kan ribet.
“Heh, diajak salaman tuh,” saut Dita sambil menyenggol
pundakku dengan kasarnya. Aku gelagapan. Refleks tanganku langsung balas
salaman Jono. Waktu tanganku sudah mau dekat, eh, nggak taunya tangan Jono
malah ditarik lagi. Sambil pura-pura garuk-garuk, lagi. Asem!
“Heh, jangan nakal to!” kataku dengan nada meninggi sambil
berlari mengejar Jono. “Awas ya, takjewer
nanti !”
*backsound lagu Balonku Ada Lima*
Ini adalah sepenggal kisah cinta
pertamaku. Ini terjadi waktu aku awal masuk SD dulu. Jangan sebut ini cinta
monyet karena pelakunya bukan monyet. Cinta itu emang nggak mengenal usia. Mau monyet
tua ataupun monyet muda semua pasti pernah merasakan cinta.
Oke balik ke cerita. Jadi cinta
pertamaku berawal ketika teman TK ku yang bernama Dita mengenalkanku pada teman
sebangkunya. Sebut saja Jono, biar kesannya keren (dari mananya?). Pertemuan
pertamaku dengan Jono sungguh membuatku mengalihkan duniaku. Wajahnya, sikapnya, semua tentang Jono terlihat menarik. Mungkin ini ya
yang namanya jatuh cinta pada monyet pandangan pertama.
